MENANAM PADA LAHAN SEMPIT
![]() |
| Sumber gambar : Dokumen pribadi |
Saat lockdown, dampak dari pandemi Covid-19 membuat saya bingung bagaimana mendapatkan sayuran tanpa harus ke luar rumah misalnya ke pasar. Padahal rumah saya di tengah perkotaan yang mana satu-satunya sumber sayuran adalah dari pasar. Maraknya berita pasar akan ditutup jika ada pedagang yang terpapar covid-19 sangat menakutkan. Kemudian saya merenung sendiri dan mendapatkan inspirasi untuk menanam sayuran sehingga tidak setiap hari beli ke pasar.
Saya berniat untuk berkebun sayuran meskipun tidak memiliki lahan luas. Karena itu saya mencari referensi pada Google tentang cara menanam dengan metode vertikultur. Vertikultur adalah teknik menanam tumbuhan diruang atau lahan sempit dengan memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat berkebun yang dilakukan secara bertingkat (sulbar.litbang.pertanian.go.id). Dengan metode ini, kita dapat memanfaatkan lahan yang sempit secara optimal dalam berkebun. Sebagai wadahnya, saya menggunakan pot, botol bekas dan polibeg agar dapat menampung banyak jenis sayuran.
Dengan berkebun sendiri di rumah, kita meminimalisir kegiatan belanja di pasar. Dari segi keamanan kita pastikan tanaman kita sehat terhindar penggunaan pestisida. Kegiatan berkebun tersebut juga dapat menghindari kebosanan kita saat lockdown di rumah. Membuat badan segar dan sehat karena banyak beraktivitas, menyirami tanaman sambil berjemur bersama keluarga. Berikut ini gambar aneka sayuran dan tanaman obat keluarga yang ada di kebun rumah saya.
![]() |
| Sumber gambar : Dokumen pribadi |
Langkah-langkah menanam sayuran pada lahan sempit dengan teknik verticultur.
1. Membuat rak bersusun
Rak bentuk vertikal dapat di buat dari besi, kayu atau bambu. Panjang, lebar dan tinggi menyesuaikan lahan yang tersedia. Bentuk rak susun bisa kerangka balok, bisa juga mengerucut.
2. Cara menanam sayuran
pertama menyediakan barang bekas seperti, mangkok, botol, kaleng atau pot serta polibeg. Kedua, siapkan tanah, pupuk dan pasir atau media tanam yang sudah jadi.
Ketiga, siapkan benih sayuran yang akan ditanam: misalnya cabai, kangkung cabut, bayam cabut, sawi, selada, terong dsb.
Keempat, masukkan media tanam yang sudah siap ke dalam wadah yang sudah disiapkan. Kelima, taburkan benih yang akan ditanam, dan siram dengan air setiap pagi dan sore. Usahakan tidak ada hama yang merusak.
Untuk bayam dan kangkung memerlukan waktu1 bulan bisa di panen. Cabai dan terong membutuhkan waktu 3 bulan baru berbuah. Sedangkan sawi dan selada dalam waktu 3 minggu bisa dipanen. Tanaman sayuran hasil berkebun di sekitar rumah dijamin lebih sehat karena terbebas dari semprotan hama pestisida dan sejenisnya. Selain itu, indah dipandang mudah didapat (tinggal memetik tidak perlu kemana-mana) serta hemat biaya lauk pauk. Selamat mencoba.


Selamat ....sukses njh bu... semoga menambah semangat bp ibu yg lain mkse
BalasHapusBagus, lahan yg kosong/sempit dapat bermanfaat dengan maksimal.
BalasHapusJangan lupa jika dah panen berbagi sesama.
Kegiatan yang kreatif dan menginspirasi bund, karena rumah saya juga tidak punya lahan luas unt menanam. Terima kasih ilmunya.
BalasHapusMantabs bund kreatif sekali
BalasHapusSip Bun..bermanfaat sekali
BalasHapusLuar biasa bun, ternyata lahan yang sempit bukanlah kendala untuk berkebun, semoga menginspirasi kita semua sebagai generasi muda yang tinggal dikampung
BalasHapusLuar biasa bun, ternyata lahan yang sempit bukanlah kendala untuk berkebun, semoga menginspirasi kita semua sebagai generasi muda yang tinggal dikampung
BalasHapusBentuk wujud dari ketahanan pangan keluarga, Bun....siiip
BalasHapusShiiippp Bund, mantab, kreatif dan menginspirasi banyak orang . Trima kasih
BalasHapusBerkebun itu disamping menghasilkan juga menyenangkan, lanjut dan siap bantu memanen.😀
BalasHapusDik endang memang cerdas dan kreatif
BalasHapusBenar-benar kreatif patut dicontoh...menghasilkan dan menghibur he..he..
BalasHapus